Menutup sesi perdagangan awal pekan ini, Senin (30/3), indeks di bursa Wall Street tercatat melonjak tajam dengan seragam. Di tengah sentimen suram dari langkah tegas Presiden AS Donald Trump yang memperpanjang kebijakan Social Distancing hingga akhir April, pelaku pasar tercatat berhasil berbalik mengambil sikap optimis.

Dalam sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu itu, indeks DJIA melompat curam 3,19% untuk menutup sesi di 22.327,48, sementara indeks S&P 500 menguat lambung tajam 3,35% untuk  terhenti di 2.626,65, dan indeks Nasdaq  yang menanjak tajam 3,62% untuk berakhir di 7.774,15.

Laporan dari jalannya sesi perdagangan menunjukkan, pelaku pasar yang justru melakukan aksi akumulasi pada saham pertambangan minyak hingga berkontribusi pada gerak naik tajam indeks. Sementara dari pasar minayk dilaporkan, harga minyak yang justru masih  berkubang  di level rendahnya di kisaran $20-an per barel, menyusul masih besarnya potensi perang harga minyak antara Arab Saudi dengan Rusia.

Sementara pada sisi lainnya, langkah tegas Trump yang memperpanjang Social Distancing hingga akhir April mendatang diyakini akan berimbas pada kinerja perekonomian AS untuk terjerumus dalam resesi yang lebih berat.

Namun berhasilnya indeks  membukukan gerak naik tajam, kini mulai memantik kecurigaan bahwa sentimen suram dari persebaran wabah Coronavirus mulai reda dalam menghadirkan tekanan jual panik di bursa saham Wall Street.