Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama memastikan pemerintah telah membangun kerjasama dengan sejumlah jaringan hotel dan transportasi untuk menghadapi wabah Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19.

Terbaru, pemerintah melibatkan kedua penggerak usaha tersebut menyediakan penginapan hotel serta transportasi kepada petugas medis yang menangani pasien COVID-19.

"Untuk menyediakan sarana transportasi bagi tenaga medis dan gugus tugas. Jaringan hotel digunakan untuk menginap tenaga medis dan gugus tugas, agar mereka lebih dekat menuju rumah sakit," ujar Wishnutama dalam konferensi pers bersama BNPB, Sabtu (28/03/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Wishnutama mengklaim telah melakukan kesepakatan kerja sama dengan Blue Bird, Panorama, Antavaya, dan White Horse Group.

Dalam tahap pertama, kata Wishnutama, fasilitas akan diberikan kepada sejumlah tenaga medis dengan sejumlah hotel terdekat dari RSCM, RSPAD, RSPI Sulianto Saroso, dan RS Persahabatan.

"Kamar ini diperuntukkan untuk mengakomodasi 1.100 tenaga medis dengan skema berbagai macam tipe kamar dengan harga di bawah harga pasar," ujar Wishnutama.

Dalam kerja sama ini, sambungnya, hotel yang dipilih harus dapat mengikuti standar operasional atau SOP yg berkaitan dengan pelayanan tamu sebagaimana diterapkan Kemenkes dalam rangka penanganan COVID-19.

"Di antaranya penyemprotan disinfektan secara rutin kegiatan sanitasi, pengaturan social distancing," ujar Wishnutama.

Wishnutama dalam kesempatan sebelumnya juga telah menyerukan para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk bahu membahu menghadapi kondisi sulit akibat wabah COVID-19.

Wishnutama secara khusus mengajak siapapun yang terlibat, termasuk komunitas dan jejaring kreatif di berbagai daerah untuk aktif membantu pemerintah, melakukan sosialisasi dalam menghadapi penyebaran virus corona.

"Peran dan partisipasi pelaku industri kreatif akan sangat membantu usaha pemerintah dalam mengedukasi masyarakat. Karena pada kenyataannya masih banyak lapisan masyarakat yang masih belum menjalankan berbagai arahan pemerintah," katanya saat live streaming press statement Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Tengah Wabah COVID-19, Senin (23/03/2020).

Seperti diketahui, pemerintah menghadirkan sejumlah kebijakan menghadapi wabah virus corona di Indonesia, salah satunya menginapkan ratusan tenaga medis di sejumlah hotel.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, misalnya, diketahui telah memindahkan 138 tenaga medis untuk tinggal sementara di Hotel Grand Cempaka sejak Kamis (26/03/2020).

Adapun persyaratan tenaga medis yang mendapatkan fasilitas hotel ialah mendapatkan surat pengantar dari rumah sakit terkait. Kemudian surat itu akan dikoordinasikan ke Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan diserahkan ke Jaktour.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyediakan kapasitas Hotel Grand Cempaka sebanyak 220 kamar yang berisikan 414 tempat tidur. Anies Baswedan mengatakan dalam waktu dekat tiga hotel milik BUMD DKI juga akan segera menyusul, dengan jumlah total 261 kamar tambahan dan 361 tempat tidur.

Namun demikian, Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo (Jaktour) Novita Dewi mengaku masih membutuhkan penginapan tambahan sebagai tempat tinggal sementara tenaga medis yang menangani pasien terkait COVID-19 di DKI Jakarta.

"Total empat hotel, saya yakin masih kurang," terang Novita, Jumat (27/03/2020).

Hingga saat ini, dua hotel milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yakni PT Jaktour tengah dioperasikan untuk tempat tinggal tenaga medis dari RSUD Tarakan dan RSUD Pasar Minggu.