Sesi perdagangan saham yang spektakuler akhirnya berhasil dibukukan oleh salah satu saham unggulan yang selama ini menjadi buruan investor.  Adalah saham perusahaan BUMN perbankan terbesar di Asia Tenggara, PT Bank BRI  yang diperdagangkan dengan kode BBRI.

Pada sesi perdagangan Kamis (26/3) kemarin, saham BBRI tercatat melompat secara fantastis 20,49% untuk terhenti di kisaran Rp2.940 per lembarnya.  Gerak melonjak sangat fantastis ini tentu sangat menggembirakan, terlebih bagi inmvestor jangka pendek yang telah mengambil aksi profit taking cukup besar hanya dalam beberapa hari.

Namun situasi berbeda sesungguhnya masih perlu dicermati dengan serius. Lonjakan tinggi saham BBRI hingga kini masih terlalu dini untuk disebut sebagai mulai pulihnya tekanan jual kepanikan akibat sentimen persebaran wabah Coronavirus.

Grafik harian terkini berikut menunjukkan, pola teknikal saham BBRI yang masih kukuh berada dalam tren jual jangka menengah:

Dengan jelas grafik di atas memperlihatkan masih cukup solidnya tren jual jangka menengah yang ditunjukkan oleh masih merenggangnya jarak yang terentang antara indikator MA-Signal (garis berwarna hitam) terhadap batas teknikal psikologisnya (garis berwarna merah).

Solidnya tren jual jangka menengah adalah pertanda serius bahwa tekanan jual masih mengintai saham BBRI dalam beberapa waktu ke depan. Prospek saham BBRI akan menjadi cerah, bila mampu bergerak konsisten di atas kisaran Rp3.687 per lembarnya selama 7 hari sesi perdagangan untuk berbalik membentuk tren penguatan jangka menengah, di mana kisaran tersebut terlihat masih cukup berjarak dengan harga penutupan kemarin.

Pola teknikal saham BBRI, dengan demikian masih belum mampu menghadirkan ketenangan bagi Menteri BUMN Erick Thohir.

Happy Trading.