Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah menyebut legislator yang memeriksakan diri terkait virus corona (covid-19) berbuat korup. Bantahan menyusul viral akun Twitter mengatasnamakan KPK menuliskan "Anggota DPR dites corona malah positif korupsi".

Pelaksana tugas (plt) juru bicara KPK Ali Fikri menyebut tangkapan layar yang beredar di media sosial itu hasil editan orang tak bertanggung jawab. Lembaga Antirasuah menyayangkan aksi ini dilakukan di tengah penyebaran virus corona.

"Kami harap dalam situasi yang sulit ini semua pihak dapat lebih berempati sekaligus bertanggung jawab untuk menjaga diri tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain, termasuk membuat dan menyebarkan hoaks," kata Ali seperti diberitakan Medcom.id, Kamis, 26 Maret 2020.

KPK, katanya, telah mengklarifikasi gambar tersebut melalui akun Twitter dan Instagram resmi. Ali menjelaskan jika melihat waktu publikasi dari foto itu, kicauan KPK sejatinya berisikan soal informasi layanan Lembaga Antirasuah.

"Waktu posting-an gambar tersebut adalah (Senin) 23 Maret 2020, pukul 05.12 WIB. Pada tanggal tersebut posting-an pertama akun Twitter @KPK_RI adalah tentang penyesuaian layanan publik KPK," ujar Ali.



Tangkapan layar hoaks KPK sebut legislator memeriksakan diri terkait korona terindikasi korupsi. Foto: Istimewa

Ali menekankan penyebaran hoaks ini tak boleh dilakukan. Seluruh elemen masyarakat, kata dia, harus bergotong royong untuk membantu penyelesaian wabah korona.

"KPK mengajak semua pihak untuk ikut mencegah penyebaran covid-19, termasuk salah satunya dengan ajakan BDR (bekerja dari rumah), tagar #dirumahaja, dan berbagi informasi berupa bacaan, dongeng, video, podcast antikorupsi secara online," tutur Ali.