Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia berkomitmen untuk terus mempermudah dan mempercepat segala izin yang berkaitan dengan investasi. Meskipun, saat ini Indonesia masih berstatus darurat corona. 

Menurut Bahlil, ia akan terjun langsung apabila ada perizinan yang mandek akibat serangan virus corona. 

"Anytime telepon saya langsung kami akan kerjakan. Sekalipun kewenangannya bukan di BKPM, tetapi itu terkait dengan corona, BKPM akan membantu untuk menghubungkan," kata Bahlil melalui streaming Youtube.

Bahkan khusus alat kesehatan yang sangat dibutuhkan saat ini, Bahlil menjamin izin edar dan izin impor akan diterbitkan hanya dalam tempo 1 hari. Bahlil mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan.

"Izin edar itu keluar sehari saja. Sekalipun kami bekerjanya dari rumah, tetapi sampai jam 1 malam teman-teman [BKPM] bekerja," tukas dia.

Sejak Februari lalu, tercatat izin usaha alat kesehatan berada di urutan kedua di bawah izin usaha perdagangan sebanyak 7.547 permohonan.

Berdasarkan data BKPM, permohonan izin edar alat kesehatan, alat kesehatan diagnostik In Vitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Dalam Negeri terekam sebanyak 1.482 izin selama 1 Februari – 22 Maret 2020.

Selain itu, untuk sertifikat distribusi penyalur alat kesehatan tercatat 1.255 izin, sertifikat cara distribusi Alkes yang baik 935 izin, serifikat produksi industri Alkes dan PKRT 877 izin, serta sertifikat distribusi Pedagang Besar Farmasi  787 izin.