Di tengah wabah corona yang melanda Tanah Air, pemerintah memastikan komitmen investasi dari luar negeri masih sesuai rencana. Tidak ada investasi yang dibatalkan, hanya waktu eksekusinya saja yang mengalami sedikit perubahan. Dengan kata lain, masih aman terkendali.

"Investasi belum ada yang mundur, yang ada eksekusi dari investasi yang mundur," ujar Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/2/2020).

Di beberapa sektor investasi yang terkena dampak virus corona mulai kembali dikejar. Misalnya investasi asal China senilai USD 11 miliar. Menurut Luhut, negara sumber covid-19 ini mulai berangsur membaik. Beberapa perusahaan sudah memberlakukan sistem kerja 2 shift. Bahkan bulan depan, Luhut menyebut akan bertambah menjadi tiga shift.

"Artinya investasi mereka sudah mulai ada dan Investasi di sini mulai dilakukan," ujar pria yang kerap disapa Ompung Luhut ini.

Investasi dari Abu Dhabi juga dipastikan tetap berjalan dan tidak terganggu. Bahkan, nilai investasinya masih tetap di angka USD 2,8 miliar.

Begitu juga dengan investasi hijau asal Australia. Pengusaha Andrew Forest tetap akan membangun pabrik PLTA (hydro power) di Indonesia.

Hal yang sama juga berlaku untuk proyek mobil listrik Hyundai di Karawang, Jawa Barat. Pelaksanaannya masih dalam sesuai jadwal yang ditetapkan.

Sebab, bulan April nanti proyeknya susah harus di tahap groundbreaking. Bahkan kata Luhut, Presiden Jokowi bersedia melakukan groundbreaking senilai USD 1,5 miliar.

"Kami upaya LG lithium baterainya bisa terus jalan pada waktu itu," ujarnya.

Hanya saja terkait target pabrik pemurnian dipastikan akan molor. Dia mencontohkan tahun ini Indonesia akan tetap produksi carbon steel untuk persiapan lithium baterai.

Walau mengalami perlambatan dalam prosesnya, tetapi tetap dikejar. Perlambatan ini terjadi karena operator terisolasi di China. Sebelum virus corona menyebar, banyak TKA yang mengambil cuti dalam rangka perayaan tahun baru Imlek.

"Overall, saya rasa oke hanya memang agak slow down," ujar Luhut.