Pengusaha asal Sydney Australia berminat membuka usaha di Kaltim. Saat iini membutuhkan lahan antara 2 ribu hingga 5 ribu hektar untuk tanaman jagung. 

Direktur Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Sydney Henry Rombe saat berjumpa Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, di Kantor KJRI Sydney, menyebutkan minat pengusaha asal negeri Kanguru ini yang diperoleh saat ada pertemuan dengan IIPC.

Bersama Konsul Jenderal KJRI Sydney,  Heru Hartanto Subolo, Henry mengungkapkan keseriusan pengusaha Sydney dan tidak perlu diragukan karena sudah mulai melakukan penjajakan. 

“Mereka mau bekerjasama dengan pengusaha Kaltim. Selain itu, dalam beroperasi nantinya, mereka siap melakukan alih teknologi kepada masyarakat setempat,” terang Henry.

Dalam pertemuan yang digelar di Kantor KJRI Sydney di Jalan Marouba Sydney ini, diharapkan Pemprov Kaltim dan KJRI Sydney terjalin kerjasama dalam informasi dan promosi sektor lainnya yang bisa menguntungkan Indonesia terutama Kaltim, seperti pariwisata. 

Wagub Hadi Mulyadi sebelumnya mengungkapkan Kaltim mempunyai potensi alam yang tak kalah menarik, salah satunya potensi pariwisata. Kepada Konjen Heru Hartanto Subolo, Hadi menyebutkan potensi pariwisata masing-masing daerah seperti Berau, Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur serta Kutai Kartanegara maupun kabupaten dan lainnya di Kaltim.

“Banyak potensi pariwisata di Kaltim yang menarik dikunjungi bagi wisatawan mancanegara. Namun infrastrukturnya memang belum memadai, sehingga Pemprov bersama pelaku usaha dan pemerintah kabupaten maupun kota terus berupaya meningkatkan infrastrukturnya,” beber Hadi Mulyadi yang dalam pertemuan didampingi staf khusus Gubernur Kaltim Prof Heflin Frinces, Kepala Dinas Pendidikan Anwar Sanusi, Karo Pembangunan Infrastrutur Setdaprov Kaltim Lisa Haslina dan Karo Humas M Syafranuddin.

Terhadap keinginan pengusaha asal Sydney menanamkan investasinya, Hadi menjanjikan membantu memberikan informasi serta mempertemukan dengan pengusaha Kaltim. "Semoga semuanya segera terwujud," ucapnya.