Perusahaan BUMN Jiwasraya dan Asabri tengah disorot publik. Bagaimana tidak, Jiwasraya saja berdasarkan audit BPK ditaksir menimbulkan kerugian negara hingga Rp 16,81 triliun. 

Sementara Asabri menurut Kejaksaan Agung juga ditaksir mengakibatkan kerugian yang hampir sama dengan Jiwasraya. Gaung aksi perampokan penjahat berdasi di Jiwasraya juga lebih terasa ketimbang Asabri.

Sebelumnya, Menkopolhukam Mahfud MD pernah melontarkan bahwa kerugian Asabri bisa mencapai Rp 10 triliun. Namun belakangan, Mahfud meminta publik agar tidak perlu meributkan dugaan korupsi di Asabri.

Lalu bagaimana dengan PT Taspen (Persero) yang juga menyandang status perusahaan BUMN yang bergerak di sektor asuransi PNS seluruh Indonesia? Apakah aman dari aksi garong oknum penjahat berdasi?

Sejauh ini belum ada isu yang mengarah ke sana, masih berstatus aman terkendali. Publik khususnya pensiunan PNS tentu saja berharap yang terbaik untuk Taspen. Jangan sampai nasibnya meniru jejak sejawatnya, Jiwasraya dan Asabri.