Total kerugian negara dalam skandal PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mencapai Rp 16,81 triliun. Jumlah yang sangat fantastis atau lebih dari dua kali lipat kerugian skandal dana talangan Bank Century di era SBY.

Menanggapi hal ini, Kementerian BUMN mengharapkan pihak Kejaksaan Agung mengusut tuntas hingga merampas aset pelaku yang saat ini telah menjalani proses hukum.

"Itu bisa menjadi acuan kawan-kawan Kejaksaan untuk mencari orang-orang yang memang merugikan negara," katanya di Kementerian BUMN Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2020).

Arya mengatakan, beberapa penggarong Jiwasraya telah menjadi tersangka. Dengan adanya temuan kerugian negara itu, ia berharap Kejaksaan Agung bisa segera menyelamatkan aset-aset Jiwasraya.

Arya berharap, aset para pelaku tidak berpindah tangan. "Kita harapkan aset-aset mereka sudah bisa diselamatkan kawan-kawan Kejaksaan apalagi angka sudah keluar, diketahui target pengambilan aset berapa," ujarnya.

Arya menuturkan, pihaknya terus mendukung Kejaksaan Agung menyelesaikan skandal Jiwasraya.

"Kita dorong terus temen-temen Kejaksaan, kita support dan kita apresiasi betul," tutupnya.

Sebelumnya, BPK mengumumkan kerugian negara dalam skandal Jiwasraya adalah sebesar Rp 16,81 triliun. 

Kerugian negara itu disampaikan Ketua BPK Agung Firman Sampurna dalam konferensi pers di kantor Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2020).