Sesi perdagangan saham pagi ini, Kamis (27/2) akhirnya ditutup dengan gerak suram  ndeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa efek Indonesia.  IHSG mengakhiri sesi  pagi ini dengan ambles 2,62% untuk singgah di 5.539,38.

Laporan dari jalannya sesi perdagangan menunjukkan,   pelaku pasar di Jakarta yang semakin terseret dalam pesimisme di tengah kepuangan sentimen global terkait dengan persebarana wabah Coronavirus.  Gerak rebound teknikal bagi IHSG akhirnya tak pernah terjadi di sesi pagi ini seiring dengan rontoknya indeks  di sesi perdagangan saham di bursa utama Asia.

Pelaku pasar di Asia disebutkan masih terjebak dalam kekhawatiran akan persebaran wavbah penyakit akibat infeksi Coronavirus.  Laporan sebelumnya menyatakan, indeks Wall Street yang gagal melakuklan gerak rebound teknikal usai dua hari sesi perdagangan sebelumnya terjungkal dalam koreksi yang sangat tragis.

Hingga ulasan ini disunting,  Indeks Nikkei (Jepang) rontok curam 2,32% untuk berada di 21.905,67, indeks Hang Seng (Hong Kong) menurun  0,66% untuk menyisir posisi 26.519,65.

Sementara indeks ASX 200 (Australia) turun 0,73% untuk menjejak kisaran 6.659,, dan indeks KOSPI (Korea Selatan) yang beralih runtuh 1,02% untuk berada di kisaran 2.055,55.

Sementara dari pasar valuta dilaporkan, nilai tukar mata uang Rupiah yang kembali merosot untuk kini diperdagangkan di kisaran Rp13.978 per Dolar AS, seiring dengan kembali melonjaknya posisi indeks Dolar AS dan melemahnya nilai tukar mata uang Asia.