Sesi perdagangan pertengahan pekan ini akhirnya diwarnai dengan gerak suram yang berlanjut pada  nilai tukar mata uang Rupiah. Laporan dari pasar spot memperlihatkan, nilai tukar Rupiah yang bertengger di kisaran Rp13.940 per Dolar AS atau merosot  tajam 0,39%.

Sentimen dari persebaran wabah Coronavirus yang berasal dari China masih menjadi latar utama kemerosotan Rupiah kali ini. Laporan juga menunjukkan, gerak melemah Rupiah yang seiring dengan kecenderungan yang sedang menerpa  seluruh mata uang Asia.

Namun posisi terkini nilai tukar Rupiah yang telah terlalu dekat dengan level psikologis pentingnya  di Rp14.000 per Dolar AS, menjadi menarik untuk dicermati.

Sementara badai sentimen wabah Coronavirus diyakini masih akan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang, prospek suram Rupiah untuk terus meniti pelemahan terlihat sulit dihindarkan. Bila gerak melemah terus berlanjut, tentu akan dengan mudah untuk segera menembus level psikologisnya di Rp14.000 per Dolar AS, di mana sangat penting untuk menjadi perhatian serius pemerintahan Jokowi.

Meski demikian, tinjauan teknikal sebelumnya telah memperingatkan, bahwa betapa pun, gerak Trupiah yang telah cukup lama mampu mengandaskan Dolar AS jauh di bawah kisaran Rp 14.000 merupakan prestasi yang cukup mengesankan.

Gerak melemah kembali Rupiah  untuk  kembali di kisaran Rp14.000 per Dolar AS dengan demikian sesungguhnya sangat lumrah secara teknikal.  Tinjauan teknikal terkini juga menunjukkan, Rupiah yang berpeluang untuk stabil berada di sekitaran Rp14.000 per Dolar dalam kurun waktu yang cukup lama sebagai akibat masih solidnya tren jual jangka menengah.