Sesi perdagangan saham pertengahan pekan ini, Rabu (26/2) di bursa Wall Street akhirnya ditutup dengan gerak yang masih cenderung melemah. Setelah sempat berupaya melakukan gerak rebound teknikal signifikan di awal sesi perdagangan, indeks Wall Street akhirnya berbalik kembali ke zona suram untuk terkoreksi lebih dalam.

Laporan menyebutkan, pelaku pasar yang masih tersita perhatiannya pada perkembangan terkini dari persebaran wabah penyakit mematikan akibat infeksi Coronavirus.  Hingga kini, pelaku pasar masih belum menilai adanya tanda-tanda bahwa Amerika Serikat aman dari ancaman wabah yang berasal dari China tersebut.

Situasi tersebut kemudian menyulitkan investor untuk berbalik melakukan aksi akumulasi hingga menyungkurkan kembali indeks dalam jurang koreksi lebih lanjut.

Hingga sesi perdagangan ditutup beberapa jam lalu, indeks DJIA terkoreksi 0,46% untuk menutup sesi di 26.957,59, sementara indeks S&P 500 melemah 0,38% untuk berakhir di 3.116,39, serta indeks Nasdaq yang berhasuil bertahan positif dengan naik sangat tipis 0,17% untuk terhenti di 8.980,77.

Dengan bekal sentimen yang masih jauh dari optimis tersebut, sesi perdagangan saham di butsa Asia pada hari keempat pekan ini, Kamis (27/2) diyakini masih akan kembali cenderung menghadapi risiko tekanan jual lenbih lanjut.

Hal yang tak jauh berbeda juga diperkirakan akan mendera indeks harga saham gabungan (IHSG) di Jakarta, di mana pada sesi perdagangan kemarin telah tersungkur curam 1,69%.