Di atas kertas tokoh dan kader, atau simpatisan PDIP mendominasi dalam jajak pendapat calon presiden (capres) potensial dalam Pemilu 2024. Namun, sejumlah nama potensial dari partai Banteng itu, belum ada yang menyentuh angka keterpilihan di atas lima persen.

Hasil survei Indo Barometer 2020, menghasilkan sedikitnya lima nama terkait dengan PDIP, yang punya elektabilitas potensial menuju Pilpres 2024.

Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari menerangkan, jajak pendapat yang ia lakukan mengambil responden sebanyak 1.200 orang, dengan usia 17 tahun ke atas yang tersebar di 34 Provinsi Indonesia. Ia meyakini, jajak pendapat yang ia lakukan pada 9 sampai 15 Januari 2020, memiliki tingkat kepercayaan 95 persen, dengan toleransi kesalahan 2, 83 persen.

Hasilnya, kata Qodari menghasilkan 20 nama capres potensial 2024, yang berasal dari pertanyaan terbuka.

"Pertanyaan terbuka untuk mengetahui dan mendeteksi nama-nama (capres potensial) yang beredar di masyarakat," kata Qodari di Jakarta, Ahad (23/2). Dari hasil pertanyaan tertutup tersebut, ada enam kader dan partisipan PDI Perjuangan yang potensial terpilih dalam Pilpres 2024

Paling tinggi, yakni Joko Widodo (Jokowi), yang akan terpilih pada Pilpres 2024, dengan angka keterpilihan mencapai 29,4 persen. Namun, Jokowi, tak memungkinkan melaju kembali dalam pilpres karena sudah dua kali memenangi pemilu, pada 2014, dan 2019.

Karena itu, selain Jokowi, tercatat lima kader, dan partisipan PDI Perjuangan yang berpotensi dan memiliki elektabilitas menuju Pilpres 2024. Namun, menurut jajak pendapat Indo Barometer, lima nama dari PDI Perjuangan itu masih memiliki elektabilitas rendah. Nama-nama tersebut, di antaranya gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 4,4 persen.

Menyusul Ganjar, kader PDI Perjuangan yang potensial dalam Pilpres 2024, yakni Wali Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) Tri Rismaharini yang memiliki angka keterpilihan 3,2 persen. Sementara Puan Maharani, dan Prananda Prabowo yang diketahui sebagai kader, dan putra-putri 'Megawati Perjuangan', cuma punya angka keterpilihan 0,9, dan 0,2 persen.

Satu nama capres potensial yang selama ini dicap dekat dengan PDI Perjuangan, yakni Budi Gunawan. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu, dari hasil jajak pendapat capres potensial versi Indo Barometer, menghasilkan elektabilitas 0,2 persen.

Qodari menerangkan, nama Ganjar memang menjadi capres paling potensial dari PDI Perjuangan dalam Pilpres 2024. Itu melihat hasil survei pertanyaan terbuka yang tetap menyertakan nama Jokowi, sebagai pemenang. Akan tetapi, jika dipastikan Jokowi tak lagi mencalonkan diri dalam Pilpres 2024, tingkat keterpilihan Ganjar, pun meningkat dari 4,4 ke angka 7,7 persen.

Meski PDI Perjuangan mendominasi 20 capres potensial. Namun, masih menurut Qodari, selain Jokowi, belum ada satupun nama kader Banteng Moncong Putih, yang sanggup melewati capres potensial dari tokoh nonpartai, yakni Anies Baswedan yang kini menjabat gubernur DKI Jakarta. Anies, menjadi capres potensial paling menantang dengan tingkat keterpilihan 9,8 persen dan 14,3 persen jika Pilpres 2024, tak menyertakan Jokowi.

Selain PDIP, Gerindra menyimpan dua capres potensial yang dapat disorongkan dalam Pilpres 2024. Mereka yaitu, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, dan Sandiaga Salahudin Uno. Keduanya masih memiliki potensi dan angka elektabilitas di atas semua kader PDI Perjuangan, maupun Anies Baswedan.

Qodari mengatakan, jika Jokowi dapat maju dalam pilpres mendatang, Prabowo bakal kembali kalah dengan angka keterpilihan 17,1 persen. Begitu juga Sandiaga, dengan elektabilitas 6,5 persen. Akan tetapi Prabowo bakal memenangi pilprea dengan angka keterpilihan 22,5 persen jika Jokowi dipastikan tak lagi melaju. Sedangkan Sandiaga, berada di angka keterpilihan 8,1 persen, di atas Ganjar Pranowo.