Menteri Pertahanan Prabowo Subianto hanya ingin menunjukkan totalitasnya di Kabinet Indonesia Maju. Sebagai pembantu presiden, Prabowo senantiasa berfokus pada tujuan utamanya. Yakni menciptakan TNI yang kuat dan prajurit yang sejahtera. Predikat menteri terbaik sama sekali tidak dibutuhkan Prabowo.

Tekad Prabowo untuk membenahi TNI dan kesejahteraan prajurit itu dikisahkan ajudan pribadinya melalui akun Instragram miliknya, @dhaniwirianata, Jumat (21/2/2020). Dalam unggahan tersebut, Dhani menyematkan fotonya bersama Prabowo dan Rizky Irmansyah, sekretaris pribadi Prabowo.

Dhani mengisahkan, Prabowo sama sekali tidak ingin mencari popularitas atau predikat terbaik atas tugas yang melekat pada dirinya.

"Momen ini pas ketika mulut pak Prabowo diam seolah siap untuk di foto, padahal beliau sedang menggerutu setelah menyaksikan tayangan di salah satu stasiun TV bahwa dirinya mendapat predikat Menteri terbaik," tulis Dhani.

"Misi beliau di bidang pertahanan bukan untuk mencari popularitas atau predikat sebagai yang terbaik sekedar kasat mata, tapi ingin benar-benar membuat TNI kuat dan prajuritnya sejahtera sampai yang di perbatasan".

Selain menyejahterakan prajurit TNI, Prabowo juga memiliki misi untuk mewujudkan kemandirian insdustri pertahanan nasional.

"Misi pak Prabowo juga ingin membuat industri-industri pertahanan nasional dapat mandiri agar dapat menunjang kebutuhan alutsista TNI ke depan," ujar Dhani.

Unggahan ajudan Prabowo ini telah memanen puluhan ribu ‘like’ dan ratusan komentar. Mayoritas netizen berharap agar misi mulia tersebut dapat terwujud.

Dalam survei Indo Barometer sebelumnya, Prabowo ditempatkan sebagai menteri yang dikenal publik dan berkinerja terbaik. Survei tersebut dirilis pada Minggu, 16 Februari 2020. Indo Barometer melaksanakan survei nasional jelang 100 hari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.