Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus mendapat sorotan terkait banjir yang merendam Jakarta.  Namun, bukan Anies jika tidak pandai bersilat lidah menjawab tudingan soal banjir Jakarta.

Anies menyebut pihaknya telah berupaya maksimal mengendalikan banjir yang terjadi di beberapa titik dengan baik melalui pengerahan seluruh petugas dan alat-alat. Namun, apa daya curah hujan sangat ekstrem.

"Kami siagakan semua instruktur, baik petugas maupun alat-alat, untuk memastikan bahwa [banjir] bisa dikendalikan dengan baik," kata Anies kala ditemui di Jakarta Selatan, Minggu (9/2).

Sejumlah daerah di Jakarta pada Sabtu (8/2) pagi terendam banjir setelah hujan deras mengguyur sejak dini hari.

Menurut Anies, seluruh satuan petugas sudah dikerahkan untuk mulai mengantisipasi banjir pada daerah yang rawan dilanda hujan deras.

"Kami menyiagakan seluruh jajaran yang terkait dengan pengendalian air hujan dan di tempat-tempat di mana curah hujan yang amat intensif," lanjutnya.

Anies menyebut penyebab banjir yang terjadi Sabtu (8/2) merupakan imbas curah hujan ekstrem dengan nilai curah hujan 244 milimeter yang melanda Jakarta dan sekitarnya.

Kata Anies, sejak pukul 22.00 WIB pada Jumat (7/2), pihaknya terus melakukan pemantauan usai debit air di Bendungan Katulampa Bogor mengalami kenaikan. Pemantauan itu ia sebut untuk mengantisipasi terjadinya banjir.

Anies menambahkan dalam upaya menangani banjir, Pemprov DKI melakukan antisipasi dengan mulai menyiagakan pompa banjir di beberapa daerah yang sama sekali tidak terdapat aliran sungai.

"Di kawasan yang sama sekali tidak ada aliran sungainya di situ yang kita antisipasi," kata Anies tanpa menjabarkan lebih lanjut daerah yang dimaksud.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya menyebut secara total ada 23 kecamatan di Jakarta terendam banjir akibat hujan deras pada Sabtu (8/2).

"Hujan dengan intensitas tinggi memicu terjadinya banjir di dua puluh tiga kecamatan di wilayah DKI Jakarta pada Sabtu (8/2). Wilayah paling banyak terdampak berada di Kecamatan Jakarta Timur," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya.

Ia merinci kecamatan yang terkena banjir itu terdiri dari delapan kecamatan di Jakarta Timur, dengan jumlah kelurahan yang terdampak mencapai 20; enam kecamatan di Jakarta Utara (9 kelurahan terdampak).

Lima kecamatan di Jakarta Selatan (delapan kelurahan); dua kecamatan di Jakarta Barat (lima kelurahan); dan dua kecamatan di Jakarta Pusat (tiga kelurahan).

"Ketinggian air beragam di beberapa titik di wilayah terdampak, seperti di wilayah Jakarta Timur ketinggian air dari 10 cm hingga 170 cm," lanjutnya.