Tenggelamnya kapal Pinisi yang ditumpangi wartawan Istana beberapa hari lalu membuat Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi untuk membenahi aspek pelayaran wisata, khususnya di kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Budi Karya Sumadi menegaskan, langkah itu akan dimulai dengan membentuk lembaga pendidikan, guna menambah keterampilan dan pemahaman akan aspek keselamatan bagi para nahkoda kapal di sekitar kawasan wisata tersebut.

"Tentang safety, kita memang harus mengedukasi. Kita mau bikin sekolah," kata Budi, saat ditemui di kantornya, kawasan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (23/01/2020).

"Setelah itu, KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) akan membuat edukasi kepada para pelaut-pelaut itu, dengan suatu cara yang lebih memiliki suatu pola," ujarnya.

Budi mengakui, perkembangan jasa kapal Pinisi untuk kebutuhan wisata di kawasan Labuan Bajo, memang meningkat sangat pesat. Khususnya, usai lokasi itu dikukuhkan Presiden Joko Widodo sebagai salah satu kawasan strategis pariwisata nasional.

Karenanya, upaya mengedukasi para nahkoda kapal, khususnya soal aspek keselamatan pelayaran, menjadi sangat penting untuk segera diterapkan.

"Di Labuan Bajo itu perkembangan kapal Pinisi masif. Kami akan buat sekolah (tentang pendidikan keselamatan pelayaran), karena belum ada sekolahnya," kata Budi.

Karenanya, Budi menegaskan bahwa pemerintah akan menggandeng pihak swasta, guna mewujudkan pusat pendidikan aspek keselamatan pelayaran di kawasan Labuan Bajo tersebut.

Diharapkan, tengah tahun 2020, hal itu sudah akan terealisasi, sehingga upaya persiapan bagi kawasan Labuan Bajo dalam menyambut para wisatawan pun akan semakin lengkap dan akomodatif.

"Kami akan minta swasta atau pemerintah untuk melakukan pendidikan kelautan, terutama dalam masalah safety. Harapannya, di pertengahan tahun nanti sudah akan dilaksanakan," ujarnya.