Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan hingga saat ini masih terdapat 24 proyek yang berstatus mangkrak atau belum berjalan. Nilainya sangat fantastis yakni mencapai Rp708 triliun. Namun dari proyek mangkrak tersebut, empat proyek senilai Rp 206 triliun sudah mulai berhasil diselamatkan pemerintah. Itu artinya, masih terdapat 20 proyek mangkrak senilai Rp 502 triliun.

"Yang Rp206 triliun sudah direalisasikan antara lain yang besar ada empat," ujar Deputi Kepala BKPM, Ikmal Lukman, Selasa, (21/1/2020).

Menurut Ikmal, salah satu proyek terbesar yang diselesaikan oleh BKPM adalah proyek Lotte Chemical. Proyek senilai Rp11,4 triliun atau US$4,1 miliar tersebut diselesaikan pada Desember 2019 lalu. Diketahui, proyek pembangunan pabrik kimia di daerah Banten, Tangerang tersebut sebelumnya mangkrak karena sengketa lahan yang berlarut.

Selanjutnya, Ikmal menyebut ketiga proyek lainnya yang sudah diselesaikan yaitu Tanjung Jati Power, proyek Hyundai, dan proyek Minahasa Power. Ikmal juga menyatakan kesanggupan BKPM menyelesaikan seluruh proyek mangkrak tersebut dalam tahun ini.

Tak hanya optimistis menyelesaikan proyek-proyek bermasalah tersebut, dia juga menyatakan kesanggupan dalam mencapai realisasi penanaman model target tahun ini sebesar Rp866 triliun.

"Kami optimis tercapai itu (target), karena ada banyak faktor pendukung. Kami dapat indikasi-indikasinya lebih dari target," paparnya.

Keyakinan tersebut didasarkannya pada upaya pemerintah menggenjot investasi dengan Program Omnibus Law. "Walaupun melihat kenyataan ekonomi global masih kurang bagus tapi karena kita punya sesuatu (lahan investasi) yang ditawarkan jadi ya tidak ikut (perlambatan) dunia saja," katanya.