Sikap optimis investor terlihat masih mampu bertahan hingga ditutupnya sesi perdagangan pekan ketiga tahun 2020 ini. Laporan menyebutkan, lonjakan yang mendera sejumlah besar saham-saham teknologi yang berlanjut hingga kembali mengangkat indeks Wall Street untuk kembali membukukan rekor tertingginya sepanjang sejarah.

Dalam sesi penutupan perdagangan pekan ini yang berakhir beberapa jam lalu itu, Jumat (17/1), seluruh indeks Wall Street tercatat membukukan gerak naik moderat. Namun sudah cukup untuk membentuk rekor tertinggi barunya. Laporan menyebutkan, kinerja perekonomian AS yang masih dilaporkan positif menjadi latar dari bertahannya optimisme investor.

Gerak naik harga saqham teknologi terlihat terus berlanjut, terlebih sebelumnya mendapatkan sokongan dari tersegelnya kesepakatan dagang AS-China.  Terkhusus pada sagam Google, lonjakan tajam justru kembali terjadi usai perusahaan itu mampu membukukan nilai pasar yang menembus $1 triliun Dolar AS.

Indeks Wall Street akhirnya menutup pekan ini dengan mengesankan, indeks DJIA menguat tipis 0,17% untuk berakhir di 29.348,1, sedangkan indeks S&P 500 terangkat moderat 0,39% untuk terhenti di 3.329,62, dan indeks Nasdaq yang  naik moderat 0,34% untuk singgah di 9,388,94.

Namun dengan bekal kenaikan yang kembali dalam taraf moderat ini, sesi perdagangan saham awal pekan depan di Asia diyakini akan kembali terjebak dalam keraguan.  Terlebih secara keseluruhan investor  masih terus menilai rentannya kesepakatan dagang tahap pertama AS-China yang telah disegel Rabu (15/1) lalu.