Serangkaian sentimen dari pasar global terlihat masih memberikan sokongan bagi mata uang Rupiah untuk terus membukukan penguatan yang mengesankan. Segbagaimana dimuat dalam lporan sebelumnya, pada sesi perdagangan Kamis (16/1) kemarin, Rupiah yang secara agak mengejutkan kembali membukukan lonjakan tajam.

Pantauan menunjukkan, Rupiah yang kemarin sempat mengandangkan Dolar AS hingga di kisaran Rp13.615, namun kemudian menutup sesi dengan bertengger di kisaran Rp13.654 per Dolar AS. Gerak menguat Rupiah kali ini, terjadi di tengah terjebaknya mata uang ASAia di rentang terbatas.

Laporan juga menyebutkan, pola gerak indeks Dolar AS yang masih terlihat stabuil dan tertahan dari gerak turun lebih lanjut hingga pagi ini. Posisi indeks Dolar AS di sesi perdagangan pagi akhir pekan ini di Asaia, Jumat (17/1) tercatat di 97,32 atau tak jauh beranjak.

Namun gerak menguat Rupiah dalam rentang tajam justru mampu kembali dibukukan.  Pada sesi perdagangan akhir pekan ini, gerak cerah Rupiah terlihat masih mendapatkan sokongan, terutama dari sentimen positif yang sebelumnya masih berlangsung di Wall Street yang berpadu dengan stabilnya posisi indeks Dolar AS.

Gerak menguat Rupiah akhir pekan ini bisa terganggu, bila rilis data China menyangkut pertumbuhan ekonomi sepanjang 2019 jauh di bawah ekspektasi pelaku pasar.

Sementara  dalam tinjauan teknikal terkini, masih  solidnya tren penguatan jangka menengah pada Rupiah membuka peluang lebar untuk mengandangkan Dolar AS di kisaran Rp13.500-an dalam waktu yang tak terlalu lama.