Pemerintah lewat Kementerian ESDM menyatakan akan mengubah skema subsidi gas LPG 3kg alias gas melon mulai semester II 2020 atau pertengahan 2020 mendatang.

Harga gas melon nantinya akan disesuaikan harga pasar selayaknya gas LPG 12kg. Gas LPG 12kg harga ecerannya saat ini Rp 150 ribu.

Mengacu pada angka tersebut, gas elpiji 3kg nantinya akan jadi sekitar Rp 37 ribu. Terjadi lonjakan drastis dari harga gas melon saat ini di pasaran sekitar Rp 22 ribu.
 
Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon berikan kritik keras. Dia ingatkan kepada PDI Perjuangan (PDIP) sebagai pendukung pemerintah tidak lupa sejarah.

Sejarah yang dimaksudkan adalah ketika era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan penurunan angka subsidi. Kala itu PDIP paling lantang menolak.

"Gimana ini teman-teman @PDI_Perjuangan? Dulu dimasa @SBYudhoyono
kalian paling keras menolak semua kenaikan dan pencabutan subsidi ke wong cilik," ujar Jansen dalam akun Twitter @Jansen_jsp, Kamis (16/01/2020).

Jansen menyebutkan bahwa posisi gas 3kg sangat vital bagi pedagang kecil. Sehingga, jika subsidi dicabut maka dampaknya pun akan sangat luas.

"Banyak usaha kecil, pedagang gorengan, bakso dan lain-lain ngandalkan gas 3 kg untuk usahanya. Apa mereka bukan wong cilik kah?" tukasnya.