Dalam menjalankan fungsinya sebagai ‘agent of development’ dari Pemerintah, DAMRI melayani beberapa rute di pelosok tanah air, yang dikenal sebagai angkutan perintis untuk masyarakat Aceh yang berada di daerah 3T (terdepan terluar dan tertinggal) melalui UPTD Wilayah I Aceh.

Diharapkan pelayanan ini dapat membuka peluang yang lebih luas lagi bagi masyarakat di daerah 3T (terdepan terluar dan tertinggal) untuk melakukan mobilitas yang menggunakan jalur transportasi darat.  Diantaranya adalah di wilayah Aceh atau tepatnya di daerah Peusangan Siblah Krueng – Bireuen.

General Manager Perum DAMRI Cabang Aceh, Ruslan mengatakan untuk keperluan rute Peusangan Siblah Krueng – Bireuen pihaknya telah menerima bantuan satu unit bus DAMRI dari Kementerian Perhubungan Ditjen Darat yang bertujuan untuk membuka isolasi kawasan pedalaman khususnya dalam membantu siswa dan masyarakat yang hendak bepergian dari/ke sekolah atau ke pasar dan kembali ke desanya.

Adapun rute dan keberangkatan bus mulai dari Terminal Bireuen – Peusangan sekitar pukul 05.30 WIB. Kemudian dilanjutkan ke Peusangan Selatan tiba pukul 06.30 WIB dengan jarak 30 KM. Bus dengan merek Hino berkapasitas 26 kursi serta dilengkapi pendingin ruangan (AC).

Bus Perintis ini mulai beroperasi pada 17 Januari mendatang dengan tarif subsidi yang ditetapkan sebesar Rp 1.000/orang untuk siswa, sedangkan Rp 6.000/orang khusus bagi masyarakat.

"Rencananya tahun depan kami akan mendapatkan tambahan satu unit lagi untuk rute lainnya dari pusat kecamatan ke Bireuen." Tutup Ruslan.