Jangan sampai semua proyek dari hulu hingga ke hilir dikerjakan oleh perusahaan BUMN. Sebaiknya, BUMN juga menggandeng pihak swasta untuk ikut berkontribusi dalam proyek-proyek nasional. Demikian ditegaskan Presiden Jokowi saat menghadiri pelantikan BPP Hipmi XVI di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Jokowi kemudian memerintahkan agar Menteri BUMN Erick Thohir menggandeng para pengusaha muda dalam mengerjakan proyek- proyek nasional. Jokowi tak lagi ingin mendengar perusahaan-perusahaan BUMN menguasai proyek nasional yang ada di Indonesia. 

“Berikan porsi besar kepada pengusaha muda, jangan sampai (proyek) yang ada dikerjakan anak usaha BUMN, cucu-cucu BUMN. Kerjakan oleh swasta-swasta, terutama pengusaha muda yang terhimpun di Hipmi,” ujar Presiden.

Selama ini, lanjut Jokowi, ia kerap mendapatkan keluhan dari para pengusaha mengenai proyek-proyek strategis nasional yang dikuasai perusahaan-perusahaan pelat merah.

“Saya sudah titip ke Pak Erick agar jangan sampai pekerjaan-pekerjaan yang ada di BUMN dikerjakan semua oleh BUMN. Sebetulnya dari dulu sudah saya ingatkan itu, mestinya sekarang sudah jelas karena yang pimpin Pak Erick,” kata Jokowi. 

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap, kerja sama antara BUMN dan swasta bisa meningkatkan kualitas pengusaha-pengusaha muda di Indonesia. 

“Seingat saya setahun di BUMN Rp 2.400 triliun yang bisa dikerjakan, APBN kita saja hanya Rp 2.500 triliun, dari angka itu bisa menumbuhkan yang muda naik kelas ke menengah, dari menengah (ke) besar, saya sudah titip, tanyakan ke Pak Erick, tanyakan langsung,” ucap dia.