Setelah pada sesi perdagangan kemarin gerak nilai tukar Rupiah terlihat konsisten menapak zona pelemahan terbatas, pola yang tak jauh berbeda diperkirakan akan kembali terulang di sesi pertengahan pekan ini, Rabu (11/12).

Pantauan menunjukkan, pada sesi perdagangan kemarin Rupiah yang sempat mengandaskan Dolar AS di kisaran Rp13.990 namun kemudian dengan segera beralih kembali ke zona pelemahan.  Hingga berakhirnya sesi perdagangan kemarin, Rupiah terlihat bertengger di kisaran Rp14.001 per Dolar AS  alias flat.

Kemampuan Rupiah untuk tertahan dari tekanan jual di sesi perdagangan kemarin memperlihatkan masih tersedianya tekanan beli. Sementara di sisi lainnya, serangkaian sentimen terkini masih berada dalam penantian, diperkirakan akan membuat Rupiah kembali terjebak dalam rentang terbatas.

Investor diyakini masih akan sangat menantikan perkembangan terkini dari sentimen keputusan bank sentral AS, The Fed terkait dengan besaran suku bunga acuan. Sementara sentimen lain yang juga akan dijadikan perhatian adalah langkah pemerintahan AS di bawah Presiden Trump dalam menghadapi China menyangkut perang dagang.

Sebagaimana diketahui, pemerintahan Trump yang telah menjadwalkan penaikkan tarif masuk atas produk China pada 15 Desember depan, sementara di sisi lainnya perundingan dagang AS-China hingga kini masih juga belum menemui kejelasan untuk menyegel kesepakatan dagang parsial.

Serangkaian sentimen tersebut, secara keseluruhan masih cenderung muram bagi Rupiah. Namun untuk melakukan tekanan jual intens, pelaku oasar terlihat masih memilih untuk menunggu kepastian dari pernyataan The Fed soal suku bunga dan hasil perundingan dagang AS-China.