Hampir dua bulan Erick Thohir menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. Namun, sudah tujuh perusahaan negara yang terkena imbas kebijakan bersih-bersihnya.

Tercatat, Erick Thohir sudah beberapa kali merombak jajaran pejabat BUMN. Mulai dari pejabat eselon I di kementeriannya hingga sejumlah direksi dan komisaris BUMN.

Baca Juga:  Reformasi BUMN Gaya Menteri Erick

Berikut gebrakan Erick Thohir sejak resmi menjabat Menteri BUMN:

1. Pertamina

Erick Thohir menunjuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina. Pertimbangannya, didasari atas penguatan pengawasan.

Baca Juga:  Jadi Komisaris Utama Pertamina, Ini Tugas Ahok dari Erick Thohir

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini dinilai punya kemampuan mumpuni memelototi kinerja perseroan. Selain itu, Erick Thohir juga menunjuk Wakil Menteri BUMN, Budi Gunadi Sadikin untuk mendampingi Ahok.

Selain itu, Erick juga mengganti Direktur Keuangan PT Pertamina yang dijabat Pahala N Mansury. Posisi tersebut diisi oleh Emma Sri Martini yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Telkomsel.

2. Bank BTN

Bersamaan dengan perombakan di Pertamina, Erick Thohir juga merombak direksi dan komisaris di Bank Tabungan Negara atau BTN.

Baca Juga:  Sebulan Menjabat: Erick Thohir Copoti 7 Deputi, Angkat 3 Deputi dan 1 Irjen

Dia menunjuk Pahala Mansury sebagai direktur utama. Pahala menggantikan posisi Suprajarto yang mengundurkan diri pasca ditunjuk dalam RUPSLB saat Menteri BUMN masih dijabat Rini Soemarno.

Lebih jauh, Erick juga menunjuk mantan anggota KPK, Chandra Hamzah, sebagai Komisaris Utama BTN.

Erick beralasan, Chandra Hamzah punya latar belakang hukum yang ideal untuk mengawasi BTN.

3. PT PANN

Dalam aksinya, Erick Thohir ternyata menyoroti sejumlah anak perusahaan BUMN yang melenceng dari bisnis utamanya. Salah satunya adalah PT PANN.

Erick menilai perusahaan ini seharusnya fokus di bisnis pembiayaan perkapalan. Namun, ternyata perusahaan ini memiliki anak usaha perhotelan.

“Contoh konkret yang tadi, mohon maaf saya juga baru kenal dengan direksi (PT PANN) tadi, mengenai perusahaan leasing kapal, bagaimana perusahaan leasing kapal ini bisa hidup kalau sejarahnya ada leasing pesawat terbang, apalagi mohon maaf tiba-tiba ada bisnis hotel," kata Erick.

“Tentu di dalam BUMN-nya kita akan juga bikin yang namanya kembali ke core bisnis. Saya rasa berat sekali. Saya tidak salahkan direksi PT PANN ketika beliau (direksi) masuk awal memang sudah ada core bisnis yang sangat tidak fokus. Di bawah PANN ada dua hotel," tambahnya.

4. Sarinah

Sarinah yang bergerak di bidang perdagangan tak luput dari kritikan Erick Thohir. Menurutnya, strategi bisnis yang dilakukan BUMN ini sudah sangat usang.

“Paling mudah Sarinah contohnya. Di era e-commerce, kita masih jual ritel seperti old days. Ya enggak bisa,” ujar Erick

Dia meminta, Sarinah menyesuaikan diri dengan perkembangan ritel digital yang saat ini bertumpu pada e-commerce. Dicontohkannya, Sarinah bisa berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia.

“Mungkin kita bisa kerja sama dengan e-commerce yang sudah gede seperti Tokopedia. Sarinah (bisa) menjadi titik distribusi bersama Pos Indonesia. Ngapain kita sok bikin seperti Tokopedia, ya pasti kalah. Tapi kan Tokopedia perlu gudang, nah gudangnya disediakan BUMN saja,” ucapnya.

5. Garuda Indonesia

Kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton mempercepat Erick Thohir merombak direksi di PT Garuda Indonesia. Mantan pemilik klub Internazionale Milan itu memecat I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara sebagai Direktur Utama maskapai pelat merah itu.

Baca Juga:  Erick Thohir Pecat Bos Garuda, Begini Kronologi Ari Askhara Pesan Harley Davidson Sejak 2018

"Dengan itu, saya akan memberhentikan Saudara Direktur Utama Garuda dan tentu proses ini kami, karena Garuda adalah perusahaan publik, akan ada prosedur lainnya," ujar Erick.

Tak hanya itu, ternyata erick Thohir mengaku sudah cukup ksal dengan kinerja Garuda Indonesia. Maskapai penerbangan nasional ini banyak membentuk anak usaha yang tak sesuai dengan core bisnisnya.

Banyak bisnis Garuda Indonesia, sambungnya, saling tumpang tindih dengan BUMN lain. Ke depan, dirinya ingin memperketat pembentukan anak usaha baru perusahaan negara.

"(Anak usaha) Gapura yang namannya management handling itu enggak usah di Garuda. Lebih baik di AP (Angkasa Pura) saja yang manage (perusahaan) itu. Kenapa harus ada overlaping yang akhirnya kontraproduktif,” kata Erick.

6. Bank Mandiri

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Royke Tumilaar sebagai Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Royke ditunjuk menjadi Dirut Bank Mandiri untuk menggantikan posisi Kartika Wirjoatmodjo yang diangkat menjadi Wakil Menteri BUMN.

“Dirut Bank Mandiri Pak Royke,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.

Baca Juga:  Erick Thohir Tunjuk Bekas Menkeu Chatib Basri Jadi Wakil Komisaris Bank Mandiri

Arya mengatakan, pengangkatan Royke sebagai orang nomor satu di Bank Mandiri akan dilakukan saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Sebelum jadi Dirut, Royke menjabat sebagai Direktur Corporate Banking Mandiri sejak Maret 2019 lalu.

Selain menempatkan dirut baru, Erick Thohir menunjuk Muhammad Chatib Basri sebagai Wakil Komisaris Utama di Bank Mandiri.

7. PLN

BUMN yang juga mendapatkan perhatian Menteri BUMN adalah PLN. Meski belum menggelar RUPS, namun Erick Thohir telah menunjuk Rudiantara sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Baca Juga: Menko Luhut Sebut Rudiantara Jabat Dirut PLN

Rudiantara merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika di periode 2014-2019.

Pengangktan resmi Rudiantara menjadi Dirut PLN akan dilakukan saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).