Baru sebulan menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, Erick Thohir, langsung buat gebrakan. Dia langsung mencopot 6 jabatan deputi. Tak hanya itu, Erick juga akan menghadirkan jabatan inspektorat jenderal di kementeriannya.

Erick Thohir beralasan, pencopotan jabatan eselon I atau deputi di kementerian dipimpinnya dari tujuh menjadi hanya tiga orang untuk menciptakan birokrasi yang efektif dan efisian. Hal tersebut sejalan dengan misi Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Di era Menteri BUMN, Rini Soemarno, jabatan deputi diisi oleh tujuh orang. Nantinya, Erick akan memangkasnya menjadi tiga orang.

Untuk itu ia memanggil sejumlah nama yang dinilai dapat bekerja keras membantu menangani sekaligus mengawasi 142 perusahaan milik negara.

Selain telah memiliki dua Wakil Menteri yaitu Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo, Erick juga sudah memanggil mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok, mantan komisioner KPK Chandra Hamzah, dan termasuk politisi Rizal Mallarangeng.

"Untuk mengelola asset sebesar Rp8.200 triliun rupiah itu, saya perlu teamwork yang kompak, yang diisi dengan orang-orang yang bukan hanya cerdas, tetapi juga akhlak yang baik," kata Erick dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Erick menambahkan bahwa dirinya berupaya agar mereka yang ada di dalam lingkungan BUMN, baik di kementerian maupun di unit usaha, adalah orang-orang dengan akhlak yang baik, berarti memiliki integritas tinggi dan komitmen yang kuat.

"Mereka yang sudah berkeringat dan masih mau berkeringat dan memiliki akhlak yang baik, juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi bagi negeri ini, di sini. Yang penting, akhlaknya baik," ujar Erick.

Erick menyebutkan, sosok Kartika dan Budi Gunadi sudah sangat paham dengan masalah birokrasi dan korporasi. "Seperti yang dijalankan hari ini."

Sementara itu, staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, menjelaskan, Erick Thohir juga ingin menghadirkan jabatan inspektorat jenderal di kementeriannya. Jabatan tersebut tak pernah ada di era Menteri BUMN sebelum Erick Thohir.

“Nantinya ada satu Sekertaris Kementerian (Sesmen), satu Irjen dan tiga deputi,” ujar Arya di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Namun, Arya belum mau membeberkan siapa yang akan mengisi posisi Irjen di Kementerian BUMN. Dia hanya memastikan posisi itu akan diisi oleh orang yang profesional di bidangnya. “Irjen itu untuk pengawasan internal (di Kementerian BUMN),” kata Arya.