Atas hasil tersebut, tim regu putra Babel kalah dengan angka (0-2)

Sistem rally point yang diberlakukan dalam pertandingan cabang olahraga tenis meja Pornas Korpri XV dinilai memengaruhi adrenalin dan mental pemain.

"Sistem rally point ini cukup memacu adrenalin dan melelahkan mental, di saat nilai (poin) lawan sudah jalan setengah, bisa membuat drop pemain," ungkap Pelatih Tim Beregu Putra Bangka Belitung, Ibnu, usai pemainnya dikalahkan Kalimantan Barat pada penyisihan grup I, Selasa.

Menghadapi sistem tersebut, Ibnu menyarankan para pemain agar tidak mudah terpengaruh. Tapi tetap fokus dan benar-benar siap secara mental untuk menyelesaikan pertandingan.

“Harus tetap fokus dan mengkondisikan mental untuk tetap stabil saat menghadapi lawan,” pungkasnya.

Pada grup I tersebut, regu putra Babel yang diperkuat Herwan (tunggal) Tanu Wijaya - Deddy  (ganda) dan Hendi Azwar (tunggal), harus menyerah kalah dari para pemain Kalimantan Barat.

Pertandingan diawali oleh Herwan menghadapi Istas (Kalbar), yang pada set pertama dimenangkan oleh Istas dengan skor (7-11).

Di set ke dua, Herwan kesulitan untuk menambah poin serta cukup banyak melakukan kesalahan sehingga lawan kembali menang dengan skor (4-11).

Kekalahan dua set awal membuat Herwan mencoba memberikan perlawanan. Alhasil ia berhasil membukukan skor (11-6).

Kegigihan kembali dibuktikan oleh Herwan setelah berjuang keras di set ke empat melalui beberapa kali duece mencatat skor (14-12), dan berhasil menyamakan kedudukan dengan sama-sama kemenangan dua set.

Pada set kelima yang menjadi pertandingan penentuan, keseimbangan kekuatan terlihat dengan saling susul poin. Pemain Kalbar berhasil mencuri kemenangan pamungkas melalui poin (9-11).

Pada pertandingan beregu ganda, pasangan Babel Tanu Widjaya dan Deddy melawan Sukardiansyah dan Budi Setiono (Kalbar).

Sejak awal set pertama, permainan berjalan imbang namun Kalbar lebih cepat merebut skor (8-11). Hasil ini menyebabkan tim pelatih Babel menyarankan untuk melakukan koordinasi cepat antar pemain.

Usai support dari pelatih, serangan backhand Tanu Widjaya berhasil menutup kemenangan tim Babel dengab point (11-5). Sayangnya pada set berikutnya lawan kembali menampilkan permainan terbaiknya dengan kemenangan skor (6-11).

Di set ke empat, pasangan Tanu Widjaya dan Deddy melakukan perlawanan balik, tetapi tidak cukup kuat menahan laju kekuatan lawan. Sehingga pasangan Babel kembali menyerah dengan  poin (6-11). Atas hasil tersebut, tim regu putra Babel kalah dengan angka (0-2)