''Kondisi bangsa saat ini utang banyak, ekonomi melambat.''

Wacana pemindahan ibu kota ke Kalimantan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo mendapat kritikan pedas anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat, Yandri Susanto. Politisi PAN menilai wacana tersebut tidak tepat waktunya.

"Kondisi bangsa saat ini utang banyak, ekonomi melambat," kata Yandri di Kompleks Parlemen, Rabu, (21/8).

Yandri justru mempertanyakan tujuan Presiden Jokowi yang menggalakkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang disampaikan dalam berbagai pidatonya. "Kenapa memindahkan ibu kota? Bangun gedung lagi berarti. Bangun jalan lagi," katanya.

Politikus Partai Amanat Nasional ini mengatakan, jika wacana itu dilaksanakan dengan dalih pemerataan pembangunan, menurutnya juga kurang tepat. Dia justru mempertanyakan mengapa dana Rp 1000 Triliun lebih tak dialokasikan saja kepada pembangunan Kalimantan sesuai kebutuhan masyarakat tanpa memindahkan ibu kota.

"Jadi isunya kurang pas. Kenapa pembangunan harus dipusatkan di Jakarta? Geser saja ke tempat lain," katanya.

Yandri menilai dibutuhkan pengkajian lebih dalam dengan dengan mengajak DPR, fraksi, tokoh masyarakat bicara. Dia meminta presiden tak tergesa-gesa.

Yandri mengklaim akan mengatakan kepada Komisi II dan Menteri Dalam Negeri bahwa keinginan presiden itu hanya sebuah imbauan dan belum melekat pada perintah untuk memindahkan ibu kota. "Karena dia (presiden) harus diperintah oleh undang-undang. Masih wacana," katanya.