IHSG terlihat gagal mengikuti sentimen positif yang mendera bursa regional di sesi awal pekan ini, Senin (19/8).

Sesi perdagangan awal  pekan ini, Senin (19/8) akhirnya diwarnai dengan  gerak indeks di rentang terbatas setelah mencoba mendaki signifikan di awal sesi pagi tadi.  Indeks harga saham gabungan (IHSG) menutup sesi hari ini dengan menguat  0,15% untuk terhenti di kisaran 6.296,71.

Sentimen dari kerasnya sikap Trump terhadap China sebagaimana dimuat sejumlah media terlihat masih menyita perhatian investor. Pernyataan keras terkini Presiden AS Donald  Trump menyangkut hubungan dagang AS-China yang kembali bergulir awal pekan ini dengan menggariskan bahwa perang dagang dengan China tidak akan memberikan pukulan atau imbas pada perekonomian AS. Lebih jauh Trump menekankan bahwa situasi konsumen AS yang masih cukup kuat berdasar pada rilis data perekonomian terkini.

Trump juga menekankan untuk tidak  menjalin hubungan bisnis dengan Huawei yang sekaligus pertanda penting bahwa perundingan dagang AS-China jauh dari kesepakatan yang diinginkan.     Namun serangkaian sentimen terkini tersebut terlihat tidak cukup untuk menghalangi sikap optimis investor di Asia yang dilecut oleh berakhirnya indeks Wall Street di zona penguatan tajam di sesi akhir pekan lalu.

Hingga sesi perdagangan hari ini berakhir, indeks Nikkei (Jepang) tercatat melonjak tajam 0,71% untuk menjangkau posisi 20.563,16, indeks Hang Seng (Hong Kong) melonjak 2,17 untuk berada di posisi 26.291,84, sementara indeks ASX 200 (Australia) melonjak 0,97% untuk berada di posisi 6.467,4, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang menanjak 0,66% untuk menjangkau kisaran 1.939,9.

Beralih ke pasar valuta, gerak nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS akhirnya beralih flat setelah sempat melonjak tajam. Hingga sesi perdagangan sore, Rupiah tercatat diperdagangkan di kisaran Rp14.230 per Dolar AS atau tak berubah dibanding penutupan akhir pekan lalu.