Tinjauan teknikal terkini masih memperlihatkan Rupiah berada dalam tren jual jangka menengah.

Sesi perdagangan awal pekan ini, Senin (19/8) terpantau telah diwarnai dengan gerak optimis di pasar valuta. Laporan menyebutkan, gerak nilai tukar mata uang Rupiah twrhadap DolarAS yang menguat dalam membuka sesi perdagangan seiring dengan optimisme yang telah beredar di bursa saham utama Asia.

Sebagaimana diwrtakan sebelumnya, seluruh indeks di bursa saham utama Asia yang mampu membukukan lonjakan signifikan di pagi ini di tengah sikap keras presiden AS Donald Trump  terhadap China dalam perang dagang.  Namun investor terlihat cukup teryakinkan bahwa untuk sementara ini kepanikan akan ancaman resesi bisa disisihkan.

Hal yang tak jauh berbeda nampaknya juga mendera mata uang Rupiah, di mana mendapatkan suntikan sentimen tambahan dari pidato kenegaraan Presiden Jokowi pekan lalu di hadapan parlemen. Serangkaian program perekonomian nasional yang dimuat dalam pidato tersebut nampakntya mendapat sambutan positif dari investor.

Gerak nilai tukar Rupiah akhirnya menguat untuk sekaligus semakin membatasi tekanan jual yang telah berlangsung hingga beberapa pekan sebelumnya. Pantauan terkini menunjukkan,  Rupiah yang diperdagangkan di kisaran Rp14.190 per Dolar AS atau menguat 0,28%. Sementara tinjauan teknikal terkini sebelumnya telah menekankan risiko yang masih belum juga beranjak bagi Rupiah, di mana tren jual jangka menengah masih berlangsung hingga sekarang.  Grafik harian terkini berikut, sekali lagi menggariskan masih belum cukup amannya Rupiah dalam menjalani sesi perdagangan hingga sepanjang pekan ini:      

Dengan jelas grafik di atas memperlihatkan, titik aman bagi Rupiah berada di kisaran Rp14.190, di mana bila Dolar AS mampu berada di bawah kisaran tersebut secara konsisten dalam jangka 7 hari sesi perdagangan, maka tren jual Rupiah  akan berakhir.  Posisi terkini Rupiah yang telah cukup dekat dengan kisaran Rp14.190 dinilai telah membuka peluang baik bagi Rupiah untuik segera mengakhiri tren jual suramnya.  Namun terlihat masih cukup sulit bagi Rupiah untk menenggelamkan Dolar AS hingga kisaran Rp13.000-an.