Huawei nampaknya kini sekedar menunggu waktu untuk hengkang sepenuhnya dari operasi bisnisnya di Amerika Serikat.

Sebuah kabar terkini menyangkut hubungan dagang AS-China kembali memberikan warna bagi jalannya sesi perdagangan awal pekan ini, Senin (19/8). Laporan menyebutkan, Presiden AS Donald Trump yang dengan lantang menyatakan bahwa pihaknya tidak lagi menginginkan kerjasama dengan Huawei, sebuah perusahaan raksasa teknologi komunikasi asal China.

Lebih jauh Trump menyebutkan, langkah ini diambil dengan pertimbangan keamanan nasional.  Laporan yang disebar oleh kantor berita Reuters dan Wall Street Journal itu juga menyatakan bahwa pihak Departemen perdagangan yang sempat bersiap memberikan pelonggaran sanksi terhadap Huawei selama tiga bulan agar perusahaan itu bisa berbelanja produk teknologi di AS.

Namun pernyataan Trump tersebut kini telah mementahkan dengan mudah. Sebagaimana diwartakan sebelumnya, jalannya perundingan dagang AS-China yang masih penuh dengan liku dan terjal dalam beberapa pekan terakhir. Upaya untuk mencapai kesepakatan terlihat sempat terlihat, namun dengan mudah mentah oleh sikap kukuh yang diambil Washington maupun Beijing.

Huawei, adalah salah satu poin penting dalam sengketa dagang AS-China, dan langkah tegas Trump yang kalinini kembali menyasar perusahaan itu adalah pertanda jelas bahwa perundingan dagang AS-China masih sangat jauh dari kesepakatan yang diinginkan.

Pada sisi lainnya, langkah tegas Trump kali ini akan semakin memastikan bahwa Huawei  akan segera  tersingkir kiprah bisnisnya di Amerika Serikat.  Huawei juga akan terancam serius dari pasar penting lainnya seperti Eropa, mengingat produk smartphone Huawei kini kembali nihil dari fasilitas populer besutan Google.  Sementara sistem operasi buatan Huawei sendiri diyakini masih sangat membutuhkan waktu untuk bisa diterima oleh pasar.