Presiden AS Donald Trump menekankan bahwa perang dagang dengan China tak akan memukul kinerja perekonomian AS.

Pernyataan keras Presiden AS Donald Trump kembali bergulir menyangkut dengan China. Dengan penuh keyakinnan Presiden yang penuh dengan kejutan itu menggariskan bahwa ancaman resesi tidak ada menguingat sejumlah rilis data perekonomian terkini tidak memperlihatkan hal  yang mengkhawatirkan.

Perang dagang dengan China, dengan demikian tak perlu ditakutkan akan memukul kinerja perekonomian AS.  “Saya tidak berpikir bahwa Amerika Serikat akan  mengalami resesi, kinerja perekonomian kita sangat baik, dan konsumen kita kaya.  Kita juga telah melakukan pemotongan pajak yang  membuat  konsumen kita cukup uang.” Demikian papar Trump di Gedung Putih di hadapan para wartawan.   

Pernyataan Trump ini dengan jelas sebagai upaya Gedung Putih menepis kekhawatiran di pasar global akibat telah terjadinya keruntuhan di pasar surat utang AS yang mampu menghempas indeks Wall Street pertengahan pekan lalu.   Laporan menyebutkan,  imbal hasil surat utang AS berjangka 10 tahun yang telah lebih rendah ketimbang besaran imbal hasil surat utang berjangka 2 tahun pafa pekan lalu.

Bahkan besaran imbal hasil surat utang berjangka 10 tahun terlihat telah berada di kisaram 1,5%. Pelaku pasar masih meyakini  bahwa keruntuhan imbal hasil surat utang tersebut sebagai pertanda sangat kuat akan terjadinya resesi pada perekonomian AS.

Namun pernyataan Trump kali ini mencoba untuk menepis kekhawatiran di pasar saham tersebut.  Lebih jauh, Trump juga dengan tegas menggariskan untuk bersikap tegas terhadap China dalam hubungan dagang AS-China.  Sejumlah  laporan terkait sebelumnya menyebutkan, Gedung Putih yang dengan tegas tidak akan menjalin hubungan bisnis dengan Huawei, sebuah perusahaan raksasa teknologi komunikasi asal China.

Langkah tegas terhadap Huawei tersebut sekaligus pertanda kuat bahwa perundingan dagang AS-China kembali mandek.  Ancaman resesi pada perekonomian AS yang untuk sebagian diyakini tersulut oleh memanasnya perang dagang AS-China, kini coba ditepis oleh Gedung Putih.